Kelima santri tersebut adalah Hilmi, Zidni, Radhin, Ayyas, dan Naufal. Mereka menjadi bagian dari program Santri GAS (Gerakan Anak Shaum), sebuah gerakan pembiasaan puasa sunnah yang digagas untuk menanamkan kedisiplinan dan ketekunan ibadah sejak dini.
Berjuang dalam Kesederhanaan
Saat istirahat, ketika teman-teman lain makan dan minum, mereka tetap berusaha menahan lapar dan dahaga, tetap beraktivitas, dan menjaga komitmen yang telah mereka niatkan. Perjuangan ini tampak sederhana, tetapi menyimpan pelajaran besar tentang disiplin, kesabaran, dan istiqomah.
Salah satu pendamping yang menyaksikan langsung perjuangan mereka mengaku sangat terkesan. Baginya, melihat anak-anak terus berusaha melakukan kebaikan adalah kebahagiaan tersendiri.
Prestasi Tidak Selalu Akademik
Apresiasi ini diberikan sebagai bentuk penghargaan sekaligus motivasi bagi seluruh santri. Pendidikan di pesantren tidak hanya diukur dari nilai akademik. Tumbuh menjadi pribadi yang baik, taat, dan konsisten dalam kebaikan juga merupakan prestasi yang luar biasa.
Semoga langkah kecil kelima santri ini menjadi inspirasi bagi santri lainnya untuk ikut membiasakan amalan sunnah. Sebagaimana pesan yang tertera dalam apresiasi ini: disiplin hari ini, prestasi esok nanti.
Kontributor: Ust Guntur Aprilaksono
Ikuti kegiatan santri lainnya di Instagram resmi kami: @ppcahayaquran

Comments
Post a Comment