Modul Pidato 55: Menjaga Ketertiban Antrean Makan dan Wudhu

Modul Pidato 55: Menjaga Ketertiban Antrean Makan dan Wudhu

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

الْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَبِهِ نَسْتَعِينُ عَلَى أُمُورِ الدُّنْيَا وَالدِّينِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِينَ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ، أَمَّا بَعْدُ.

Dewan guru yang kami hormati serta rekan-rekan santri yang dirahmati Allah.

Ketika kaum muslimin hendak melaksanakan shalat, Rasulullah ﷺ tidak langsung memulai takbir sebelum meluruskan dan merapatkan saf. Beliau mendatangi para sahabat satu per satu seraya menegaskan: "Luruskan saf kalian, jangan berselisih, karena itu akan menyebabkan hati kalian saling berselisih." Keteraturan barisan dalam shalat adalah cermin bagaimana seorang muslim bersikap tertib dalam seluruh aspek kehidupannya.

Islam sangat mencintai keteraturan, keadilan hak, dan menghargai orang lain. Rasulullah ﷺ bersabda:

«لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لِأَخِيهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ»

"Tidak sempurna iman salah seorang di antara kalian sampai ia mencintai bagi saudaranya apa yang ia cintai untuk dirinya sendiri." (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Tiga adab antre di asrama PP Cahaya Quran:

  1. Tidak Menyerobot Giliran Teman (Serobot Antrean): Siapa yang datang lebih awal berhak mendapatkan giliran pertama. Menyerobot antrean kran wudhu atau tempat makan adalah bentuk mengambil hak orang lain secara zalim.
  2. Tidak Menitipkan Wadah atau Tempat Mandi Secara Ilegal: Hindari menaruh ember atau gayung kosong sebagai tanda "booking" kamar mandi padahal dirinya belum siap di lokasi antrean.
  3. Bersabar dan Saling Mendahulukan yang Mendesak: Jika melihat adik kelas atau teman yang sedang sakit atau musyrif yang memerlukan waktu segera, berlapang dadalah untuk mempersilakan mereka lebih dahulu.

Mengantre dengan tertib mengajarkan santri rasa sabar, adil, dan menghormati hak sesama hamba Allah.

Allahumma hassin akhlaqana kama hassanta khalqana. Ya Allah, hiasilah perangai kami dengan kesabaran, keteraturan, dan rasa cinta kepada saudara kami.

Wabillahi taufiq wal hidayah, Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

 

Comments