Modul Pidato 67: Keutamaan Sikap Rendah Hati (Tawadhu') bagi Penuntut Ilmu

Modul Pidato 67: Keutamaan Sikap Rendah Hati (Tawadhu') bagi Penuntut Ilmu

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

الْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَبِهِ نَسْتَعِينُ عَلَى أُمُورِ الدُّنْيَا وَالدِّينِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِينَ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ، أَمَّا بَعْدُ.

Ustadz dan ustadzah yang kami taati, serta sahabat-sahabat santri yang dirahmati Allah.

Ibunda para sahabat, Abdullah bin Abbas radhiyallahu 'anhuma—sepupu Rasulullah ﷺ dan seorang ulama besar umat ini—pernah memegang tali kendali tunggangan sahabat Zaid bin Tsabit radhiyallahu 'anhu untuk menuntunnya.

Ketika Zaid merasa sungkan, Ibnu Abbas berkata: “Beginilah kami diperintahkan untuk memuliakan para ulama kami.” Zaid lalu mencium tangan Ibnu Abbas seraya berkata: “Beginilah kami diperintahkan memuliakan keluarga Nabi kami.” Keduanya saling merendah dan meninggikan adab [5][6].

Ilmu laksana aliran air; ia hanya akan mengalir dan menetap di tanah yang rendah, bukan di puncak bukit yang tinggi [7][8]. Tabi'in agung Mujahid rahimahullah berkata:

«لَا يَتَعَلَّمُ الْعِلْمَ مُسْتَحٍ وَلَا مُسْتَكْبِرٌ»

"Tidak akan memperoleh ilmu orang yang pemalu (hina/malu bertanya kebenaran) dan tidak pula orang yang sombong." (Atsar riwayat Al-Bukhari secara mu'allaq) [9][10][11]

Rasulullah ﷺ menjanjikan kemuliaan bagi orang yang tawadhu':

«وَمَا تَوَاضَعَ أَحَدٌ لِلَّهِ إِلَّا رَفَعَهُ اللَّهُ»

"Dan tidaklah seseorang bersikap rendah hati karena Allah melainkan Allah akan meninggikan derajatnya." (HR. Muslim) [12][13][14]

Tiga wujud tawadhu' santri PP Cahaya Quran:

  1. Tawadhu' di Hadapan Guru: Menundukkan pandangan penuh hormat, menyimak penjelasan asatidz dengan saksama, dan tidak memotong penjelasan guru [5][8][6].
  2. Tidak Malu Bertanya dan Belajar dari Siapa Saja: Bersedia mengambil faedah ilmu dan mengoreksi bacaan Al-Qur'an sekalipun dari teman seangkatan atau adik kelas [10][15][16].
  3. Membantu Pekerjaan Bersama di Asrama: Tidak merasa gengsi ikut menyapu lantai, membuang sampah, atau mencuci piring nampan makan bersama.

3. Penutup & Ajakan (2 Menit)

Padi semakin berisi semakin merunduk; demikianlah santri yang hakiki, semakin bertambah ilmunya semakin tunduk hatinya kepada Allah [6][17].

Allahummarzuqna tawadhu'an yuballighuna ridhak. Ya Allah, karuniakanlah kepada kami akhlak tawadhu' dan tinggikanlah derajat kami dengan Al-Qur'an.

Wabillahi taufiq wal hidayah, Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Comments