Modul Pidato 68: Sabar Menghadapi Keterbatasan Hidup di Pesantren
Assalamu’alaikum
Warahmatullahi Wabarakatuh.
الْحَمْدُ
لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَبِهِ نَسْتَعِينُ عَلَى أُمُورِ الدُّنْيَا
وَالدِّينِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ
وَالْمُرْسَلِينَ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ، أَمَّا بَعْدُ.
Dewan
asatidz yang kami hormati dan sahabat-sahabat santri pejuang sabar.
Para
ulama terdahulu mengarungi ribuan kilometer dengan berjalan kaki menuntut ilmu,
makan dari dedaunan kering, dan tidur beralaskan tanah.
Imam
Asy-Syafi'i rahimahullah menegaskan: “Tidak ada seorang pun yang menuntut
ilmu ini dengan kemewahan dan kebanggaan diri lalu ia beruntung, tetapi barang
siapa menuntutnya dengan kerendahan hati, keterbatasan hidup, dan berkhidmat
kepada ulama, dialah yang akan beruntung.” [8][6]
Menuntut
ilmu dan menghafal Al-Qur'an adalah jalan jihad yang menuntut ketabahan atas
segala ujian dan keterbatasan fasilitas. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
﴿يَا
أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ إِنَّ
اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ﴾
"Wahai
orang-orang yang beriman! Mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan
shalat; sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar." (QS. Al-Baqarah: 153)
Tiga
bentuk kesabaran santri di pesantren:
- Sabar Menghadapi Jauh dari
Orang Tua (Ghurba): Menahan rindu rumah demi meraih kemuliaan
ilmu dan mahkota kehormatan bagi ayah bunda di akhirat kelak.
- Sabar Menikmati Menu Makanan
dan Fasilitas Sederhana: Tidak mengeluh saat menu asrama terasa
sederhana atau saat harus antre kamar mandi di pagi hari.
- Sabar dalam Mengulang
Hafalan (Muraja'ah): Tidak patah semangat ketika ayat-ayat yang
dihafal terasa berat atau sempat terlupa, melainkan terus membacanya
berulang-ulang dengan penuh keteguhan.
3. Penutup & Ajakan (2 Menit)
Keterbatasan
pesantren hari ini adalah tempaan emas yang mencetak ketangguhan jiwa kita esok
hari.
Rabbana
afrigh 'alaina shabran wa tsabbit aqdamana wan shurna 'alal qawmil kafirin. Ya
Allah, limpahkanlah kesabaran ke dalam dada kami dan teguhkanlah pendirian kami
di jalan ilmu.
Wabillahi
taufiq wal hidayah, Wassalamu’alaikum
Warahmatullahi Wabarakatuh.
Comments
Post a Comment