Modul Pidato 77: Adab Menjawab Panggilan Adzan dan Menunggu Iqamah

 Modul Pidato 77: Adab Menjawab Panggilan Adzan dan Menunggu Iqamah

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

الْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَبِهِ نَسْتَعِينُ عَلَى أُمُورِ الدُّنْيَا وَالدِّينِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِينَ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ، أَمَّا بَعْدُ.

Dewan asatidz yang kami hormati dan rekan-rekan santri yang dimuliakan Allah.

Para sahabat Rasulullah ﷺ ketika sedang asyik memahat kayu, menenun kain, atau membetulkan peralatan di pasar, begitu telinga mereka menangkap lafal pertama Allahu Akbar, tangan mereka seketika membeku meletakkan perkakasnya dan menghentikan seluruh perbincangan duniawi. Mereka menyambut seruan adzan sebagai undangan kehormatan tertinggi dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Rasulullah ﷺ mengabarkan rahasia keutamaan waktu antara adzan dan iqamah:

«الدُّعَاءُ لَا يُرَدُّ بَيْنَ الْأَذَانِ وَالْإِقَامَةِ»

"Doa itu tidak akan ditolak di antara adzan dan iqamah." (HR. Abu Dawud, At-Tirmidzi, dan An-Nasa'i) [9][10][11][12]

Syekh Abdul Muhsin Al-Abbad dan para ulama hadits menjelaskan bahwa waktu antara adzan dan iqamah adalah salah satu momen paling mustajab untuk berdoa karena kemuliaan waktunya. Pada rentang waktu tersebut, seorang hamba yang duduk di masjid sedang berada dalam kondisi pemutusan keterikatan dari hiruk-pikuk dunia (inqitha'), memfokuskan hati kepada Allah, dan terhitung berada dalam pahala shalat selama ia menunggu didirikannya shalat berjamaah.

Ketika adzan berkumandang, pintu-pintu langit dibuka dan rahmat diturunkan. Ketika kita mengulang kalimat muadzin; kalimat demi kalimat secara tenang mendatangkan ampunan dosa. Selepas adzan ditutup dengan shalawat dan doa wasilah, seorang santri berpindah menuju pintu permohonan hajat yang terbuka lebar. Sungguh sebuah kerugian besar bagi santri yang melewati jeda emas ini dengan mengobrol atau bercanda bersama teman di teras masjid.

Tiga adab praktis santri PP Cahaya Quran:

  1. Menghentikan Suara dan Mengikuti Lafal Muadzin: Diam dari seluruh perbincangan saat muadzin mengumandangkan adzan, lalu tirukan setiap lafalnya dengan takzim.
  2. Membaca Doa Wasilah Selepas Adzan: Mengangkat tangan dan melafalkan doa sesudah adzan untuk memohonkan kedudukan Al-Wasilah dan Al-Fadhilah bagi Baginda Rasulullah ﷺ.
  3. Memperbanyak Doa Pribadi Sebelum Iqamah: Menggunakan jeda waktu antara adzan dan iqamah untuk bersimpuh memanjatkan doa kemudahan menghafal Quran, keberkahan orang tua, dan keistiqomahan iman [16][14][15].

Jangan biarkan detik-detik mustajab antara adzan dan iqamah lenyap sia-sia tanpa munajat yang mengetuk pintu langit.

Allahumma rabba hadzihid da'watit tammah, wash shalathil qa-imah, ati Muhammadanil wasilata wal fadhilah. Ya Allah, kabulkanlah setiap doa yang kami panjatkan di antara adzan dan iqamah ini.

Wabillahi taufiq wal hidayah, Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

 

Comments