NGASTI: Mengasah Hati, Membersamai Santri

NGASTI: Mengasah Hati, Membersamai Santri

Tidak ada anak nakal. Yang ada, anak yang belum selesai kita pahami.

Di balik setiap santri yang tampak sulit diatur, ada cerita yang belum kita dengar. Mereka bukan sekadar santri yang harus ditertibkan. Mereka adalah anak-anak yang sedang tumbuh, mencari arah, mencari perhatian, dan terkadang hanya ingin dimengerti.

Di sinilah wali asuh mengambil peran di PP Cahaya Qur'an. Peran ini bukan sekadar menegur ketika santri bersalah, tetapi hadir ketika mereka jatuh. Wali asuh tidak berhenti pada perilaku yang tampak, tetapi berusaha memahami luka di baliknya. Tujuannya bukan hanya membentuk sikap, tetapi menyentuh hati.

Sebab mendidik bukan soal siapa yang paling keras menegur, melainkan siapa yang paling sabar membersamai hingga mereka berubah.

🌱 NGASTI: Ngasah Ati

Itulah semangat di balik program NGASTI, singkatan dari Ngasah Ati. Melalui program ini, para wali asuh terus belajar untuk:

- Mengasah hati agar lebih memahami,
- Mengasah diri agar lebih sabar,
- Mengasah kepedulian agar menjadi tempat pulang bagi setiap santri.

Pesantren bukan hanya tempat belajar ilmu, tetapi juga rumah tempat santri merasa diterima, didengar, dan dibimbing dengan kasih sayang.

Sebab terkadang, yang mereka butuhkan bukan hukuman yang lebih keras, tetapi hati yang lebih luas. 🤍

Kontributor: Ustadz Alfian Maulana

Comments