Pesan Pengasuh di Sambangan Perdana Kelas 7: "Bekali Anak dengan Ilmu dan Akhlak, Bukan Sekadar Harta"

Babat, Lamongan– PP Cahaya Qur'an menggelar sambangan perdana santri kelas 7 pada Ahad, 11 Oktober 2026. Pertemuan pertama antara santri baru dan orang tua ini menjadi momen melepas rindu sekaligus menguatkan niat bersama dalam mendidik putra-putri di pesantren.

Dalam sambutannya, Pengasuh PP Cahaya Qur'an, Ibu Nyai Hj. Nurus Sa'adah, menyampaikan apresiasi kepada para wali santri yang telah mempercayakan pendidikan anak-anak mereka kepada pesantren. Beliau kemudian mengajak hadirin merenungkan satu pertanyaan penting: apa sebenarnya bekal terbaik yang bisa diwariskan orang tua kepada anaknya?

Belajar dari Umar bin Abdul Aziz

Untuk menjawabnya, beliau mengangkat teladan Khalifah Umar bin Abdul Aziz. Sang khalifah dikenal sangat memperhatikan pendidikan anak-anaknya, membekali mereka dengan ilmu, dan tidak mewariskan harta yang melimpah.

Hasilnya terlihat pada generasi sesudahnya. Setelah Umar bin Abdul Aziz wafat, anak keturunannya tetap memberi kontribusi besar bagi umat karena bekal ilmu yang diterimanya. Sebaliknya, banyak putra raja Bani Umayyah lainnya yang hanya ditinggali harta justru tidak terarah hidupnya. Harta bisa habis, tetapi ilmu dan akhlak akan terus menjaga pemiliknya.

Jangan Tinggalkan Generasi yang Lemah

Ibu Nyai mengingatkan para orang tua agar tidak hanya menyiapkan harta untuk anak-anaknya, tetapi yang paling penting adalah ilmu dan akhlak. Salah satu ikhtiar untuk itu adalah memondokkan anak di pesantren. Beliau mengutip firman Allah dalam Surat An-Nisa' ayat 9:

وَلْيَخْشَ الَّذِينَ لَوْ تَرَكُوا مِنْ خَلْفِهِمْ ذُرِّيَّةً ضِعَافًا خَافُوا عَلَيْهِمْ فَلْيَتَّقُوا اللَّهَ وَلْيَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا

"Hendaklah takut (kepada Allah) orang-orang yang seandainya meninggalkan keturunan yang lemah di belakang mereka, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan)nya. Oleh sebab itu, hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan berbicara dengan tutur kata yang benar.

Ayat ini mengajak orang tua untuk memikirkan masa depan anak sejak dini. Kelemahan tidak hanya soal harta, tetapi juga kelemahan ilmu, iman, dan akhlak. Karena itu, mendidik anak dengan bekal yang kuat adalah bentuk ketakwaan dan tanggung jawab orang tua.

Menjadi Mitra dalam Mendidik

Di akhir sambutan, beliau mengajak wali santri untuk bersama-sama pesantren mendampingi anak-anak, terutama di masa awal adaptasi. Doa orang tua dan bimbingan para ustadz dan ustadzah diharapkan menjadi kekuatan bagi santri kelas 7 untuk tumbuh menjadi generasi berilmu, berakhlak, dan bermanfaat.

Semoga sambangan perdana ini menjadi awal yang penuh berkah bagi santri, orang tua, dan seluruh keluarga besar PP Cahaya Qur'an.

Comments