Babat, Lamongan — Pondok Pesantren Cahaya Quran Babat secara resmi melaunching program Filter Air Reverse Osmosis (RO) sebagai bagian dari upaya peningkatan layanan kebutuhan air minum layak konsumsi bagi santri dan masyarakat sekitar.
Program ini dihadirkan untuk memenuhi kebutuhan air minum santri, mendukung operasional kantin pondok, serta membuka layanan isi ulang air minum bagi warga sekitar pesantren dengan kualitas terjamin dan harga yang lebih terjangkau.
Ketua Yayasan PP Cahaya Quran, Ustadz M. Shorih Kholid, dalam sambutannya menyampaikan bahwa program ini merupakan langkah strategis menuju kemandirian pesantren.
“Alhamdulillah, hadirnya fasilitas Filter Air Reverse Osmosis ini bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan internal santri, tetapi juga sebagai bentuk kontribusi nyata pesantren kepada masyarakat sekitar. Kami ingin pesantren tidak hanya menjadi pusat pendidikan, tetapi juga pusat kebermanfaatan,” ujar beliau.
Beliau juga menegaskan bahwa program ini dikelola secara profesional sebagai unit usaha mandiri di bawah yayasan, dengan sistem administrasi dan pelaporan keuangan yang transparan.
Sementara itu, Pak Noor Kholid, CEO CV Jati Asri Group sekaligus donatur mesin filter air, menyampaikan harapannya agar fasilitas ini dapat memberikan manfaat jangka panjang.
“Kami berharap mesin ini dapat digunakan secara optimal untuk mendukung kebutuhan air minum yang sehat dan higienis. Semoga keberadaannya membawa keberkahan bagi para santri dan masyarakat sekitar,” ungkapnya.
Sistem Reverse Osmosis (RO) dikenal sebagai teknologi penyaringan air yang mampu menghasilkan air minum dengan tingkat kemurnian tinggi melalui proses filtrasi bertahap. Dengan teknologi ini, kualitas air yang dihasilkan lebih terjamin kebersihannya.
Melalui launching program ini, PP Cahaya Quran Babat menegaskan komitmennya dalam membangun pesantren yang mandiri, produktif, serta berorientasi pada pelayanan umat.
Diharapkan, kehadiran layanan air minum RO ini dapat menjadi solusi kebutuhan air bersih yang sehat, hemat, dan mudah diakses bagi santri maupun masyarakat sekitar.

Comments
Post a Comment