Bacaan Dzikir Pagi dan Petang Lengkap Sesuai Tuntunan Rasulullah


Dalam hiruk-pikuk kehidupan modern yang penuh dengan tantangan dan kecemasan, memiliki pegangan spiritual yang kuat adalah sebuah keharusan. Allah SWT telah memberikan sebuah "senjata" sekaligus pelindung bagi umat Islam untuk mengarungi hari-hari mereka, yaitu melalui rutinitas Dzikir Pagi dan Petang.

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an:

"Maka bertasbihlah kepada Allah di waktu kamu berada di petang hari dan waktu kamu berada di waktu subuh." (QS. Ar-Rum: 17).

Rutinitas mengamalkan dzikir ini bukan sekadar bacaan lisan, melainkan bentuk pengakuan bahwa kita adalah hamba yang lemah dan senantiasa membutuhkan pertolongan serta perlindungan dari Sang Maha Pencipta. Berikut adalah panduan ringkas dan beberapa bacaan utama dzikir pagi dan petang sesuai sunnah Rasulullah SAW.

Waktu Pelaksanaan Dzikir

Para ulama menjelaskan batasan waktu yang paling utama untuk membaca amalan ini:

 • Dzikir Pagi: Dimulai sejak masuknya waktu sholat Subuh hingga terbitnya matahari (syuruq). Namun, jika terlewat, masih diperbolehkan membacanya hingga menjelang waktu Dzuhur.

 • Dzikir Petang: Dimulai sejak masuknya waktu sholat Ashar hingga terbenamnya matahari (Maghrib). Boleh juga dibaca hingga sepertiga malam awal jika ada halangan.

Rangkaian Bacaan Utama Dzikir Pagi dan Petang

Meskipun terdapat banyak rangkaian doa dalam kitab-kitab dzikir (seperti Al-Ma'tsurat atau Hisnul Muslim), berikut adalah bacaan-bacaan inti yang sangat dianjurkan untuk tidak ditinggalkan:

1. Membaca Ayat Kursi (1 Kali)

Membaca Ayat Kursi (QS. Al-Baqarah: 255) di pagi hari akan memberikan perlindungan dari gangguan setan hingga petang, dan membacanya di petang hari akan melindungi hingga pagi hari.

2. Membaca Surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas (Masing-masing 3 Kali)

Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa membaca surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas sebanyak tiga kali pada waktu pagi dan petang, maka itu akan mencukupinya dari segala sesuatu (melindunginya dari segala keburukan)." (HR. Abu Daud dan Tirmidzi).

3. Sayyidul Istighfar (Penghulu Istighfar)

Ini adalah doa istighfar yang paling utama. Barangsiapa membacanya dengan penuh keyakinan di pagi atau petang hari lalu ia meninggal pada hari itu, maka dijamin masuk surga.

Arab:

اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلَّا أَنْتَ

Latin:

Allahumma anta rabbii laa ilaha illa anta, khalaqtanii wa anaa 'abduka, wa anaa 'alaa 'ahdika wa wa'dika mastatha'tu, a'uudzu bika min syarri maa shana'tu, abuu-u laka bini'matika 'alayya, wa abuu-u bidzanbii faghfir lii fa-innahu laa yaghfirudz dzunuuba illaa anta.

Artinya:

"Ya Allah, Engkau adalah Tuhanku, tidak ada Tuhan yang berhak diibadahi selain Engkau. Engkau telah menciptakanku dan aku adalah hamba-Mu. Aku menepati perjanjian-Mu dan janji-Mu sesuai dengan kemampuanku. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan perbuatanku, aku mengakui nikmat-Mu kepadaku dan aku mengakui dosaku kepada-Mu, maka ampunilah aku. Sebab tidak ada yang dapat mengampuni dosa selain Engkau."

4. Doa Perlindungan dari Segala Bahaya (3 Kali)

Doa ini dibaca agar terhindar dari bencana atau musibah yang datang secara tiba-tiba.

Arab:

بِسْمِ اللَّهِ الَّذِى لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَىْءٌ فِى الأَرْضِ وَلاَ فِى السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

Latin:

Bismillahilladzi laa yadhurru ma'asmihi syai-un fil ardhi wa laa fis samaa' wa huwas samii'ul 'aliim.

Artinya:

"Dengan nama Allah yang bila disebut, segala sesuatu di bumi dan langit tidak akan berbahaya, Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui."

Membangun Benteng Spiritual Generasi Muda

Menghafal dan merutinkan dzikir pagi dan petang adalah investasi spiritual yang dampaknya akan terasa seumur hidup. Hati yang senantiasa basah dengan asma Allah akan menjadi hati yang tangguh, tidak mudah putus asa, dan terjaga dari pengaruh-pengaruh negatif di lingkungannya.

Di Pondok Pesantren Cahaya Qur'an Babat, kebiasaan membaca dzikir pagi dan petang secara berjamaah menjadi denyut nadi keseharian para santri. Selepas sholat Subuh dan Ashar, lantunan dzikir ini menggema di lingkungan asrama. Hal ini bukan sekadar rutinitas pondok, melainkan bentuk nyata penanaman karakter agar kelak saat mereka lulus dan terjun ke masyarakat, mereka telah memiliki "perisai" yang kuat untuk menjaga keimanan dan ketenangan jiwa mereka di mana pun mereka berada.


Comments